VISI

Visi Jurusan Teknik Geofisika adalah menjadi jurusan yang inovatif dengan reputasi internasional dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni , terutama yang menunjang industri dan kelautan yang berwawasan lingkungan.

 

MISI

Misi JurusanTeknik Geofisika, yang diemban untuk mewujudkan visi tersebut diatas, adalah sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis laboratorium dengan kurikulum, dosen, dan metode pembelajaran berkualitas internasional.
  2. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang akuntabel dan yang berdaya guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  3. Membekali lulusannya dengan pengetahuan technopreneurship.
  4. Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan moral dan budi pekerti yang luhur.
  5. Menghasilkan lulusan yang memiliki capaian pembelajaran yang akuntabel sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
  6. Melakukan kegiatan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang bidang kelautan, pemukiman dan energi yang berwawasan lingkungan.
  7. Berperan secara aktif dalam melakukan publikasi riset baik di skala nasional maupun internasional.
  8. Memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki untuk ikut serta dalam menyelesaikan problem-problem yang dihadapi oleh masyarakat (baik untuk industri, pemerintah, intansi lain maupun masyarakat umum).

 

TUJUAN

Secara Umum:

  1. Sarjana lulusan yang memiliki sikap dan tata nilai perilaku profesional, mampu bekerja baik secara mandiri maupun kelompok, mampu mengaplikasikan teknologi geofisika secara efektif, serta mampu membangun dan mengembangkan solusi alternatif terhadap masalah yang dihadapinya.
  2. Mengembangkan kerjasama penelitian dengan institusi mitra baik nasional, regional maupun internasional.
  3. Membantu masyarakat dan industri dalam penerapan teknologi eksplorasi geofisika secara efisien untuk mengelola sumber daya alam.

Secara Khusus:

    I. Jangka pendek (2013 - 2014)

  1. Peletakan sendi-sendi organisasi dan tata pamong pelaksanaan pendidikan tinggi di tingkat Jurusan.
  2. Pembangunan budaya organisasi dan kepemimpinan yang efektif dan harmonis dalam menyelaraskan program dan langkah kerja organisasi dalam melaksanakan misinya.
  3. Penyusunan kurikulum pendidikan Teknik Geofisika yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu mengembangkan kapasitas intelektual institusi sebagai Learning Organization.
  4. Pembukaan peluang kerjasama penelitian lintas laboratorium dan jurusan.

    II. Jangka menengah (2015 - 2016)

  1. Pembukaan peluang kerjasama industri untuk memperoleh keterkaitan yang lebih kuat antara pendidikan tinggi Teknik Geofisika dengan kebutuhan pasar kerja.
  2. Peletakan budaya self assesment untuk penjaminan mutu pendidikan.
  3. Pemetaan peluang dan tantangan kerjasama penelitian terapan dengan industri hulu bidang energi dan lingkungan.
  4. Pengembangan kerjasama penelitian lintas laboratorium dan jurusan yang mengarah kepada rintisan kerjasama peneltian internasional.

    III. Jangka panjang (2017 - 2018)

  1. Pengembangan kerjasama kooperasi pendidikan dan pelatihan dengan industri pasar tenaga kerja sarjana Teknik Geofisika agar mahasiswa mampu mengenali dan merasakan kondisi dunia sebelum mereka lulus.
  2. Pengembangan kerjasama penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendekatkan pendidikan dengan problem nyata di masyarakat dan membantu mengembangkan solusi alernatif terhadapproblem aktual.
  3. Peningkatan kualitas penelitian melalui kerjasama penelitian nasional dan internasional dalam bidang lingkungan dan energi.

 

SASARAN DAN STRATEGI PENCAPAIAN

I. Sasaran

    Tahun 2013

  1. Pembentukan struktur organisasi dan tata pamong serta sistem pengelolaan proses belajar mengajar yang disertai mekanisme penjaminan mutu secara legal formal.
  2. Peletakan dasar kepemimpinan yang efektif dan harmonis dalam menyelaraskan program dan langkah kerja organisasi dalam melaksanakan misinya.
  3. Pemetaan kebutuhan dan kapasitas institusi terhadap kurikulum pendidikan Teknik Geofisika yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu mengembangkan kapasitas intelektual institusi sebagai learning organization.
  4. Pembentukan organisasi kemahasiswaan dengan berlandaskan asas: oleh mahasiswa, dari mahasiswa dan untuk mahasiswa.

    Tahun 2014

  1. Pemantapan mekanisme tata kelola organisasi dan kepemimpinan yang efektif dan harmonis dalam menyelaraskan program dan langkah kerja organisasi dalam melaksanakan misinya.
  2. Penetapan kurikulum pendidikan Teknik Geofisika yang mampu memberikan learning outcome lulusan secara terukuragar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
  3. Pemetaan potensi dan kapasitas institusi serta peluang kerjasama penelitian lintas laboratorium dan program studi di dalam lingkungan ITS.

    Tahun 2015

  1. Penerapandan pengembangan budaya self assesments sebagai salah satu mekanisme penjaminan mutu proses pembelajaran.
  2. Pembukaan peluang kerjasama industri untuk memperoleh keterkaitan yang lebih kuat antara pendidikan tinggi Teknik Geofisika dengan kebutuhan pasar kerja.
  3. Penguatan kerjasama penelitian lintas laboratorium dan program studi di dalam lingkungan ITS.

    Tahun 2016

  1. Pemetaan peluang dan tantangan kerjasama penelitian terapan dengan industri hulu khususnya bidang energi dan lingkungan.
  2. Pengembangan kerjasama penelitian lintas laboratorium dan program studi yang mengarah kepada rintisan kerjasama penelitian internasional.

    Tahun 2017

  1. Pengembangan kerjasama kooperasi pendidikan dan pelatihan dengan industri pasar tenaga kerja sarjana Teknik Geofisika agar mahasiswa mampu mengenali dan merasakan kondisi dunia sebelum mereka lulus.
  2. Pengembangan kerjasama penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendekatkan pendidikan dengan problem nyata di masyarakat dan membantu mengembangkan solusi alernatif terhadapproblem aktual.

    Tahun 2018

  1. Peningkatan kualitas penelitian melalui kerjasama penelitian nasional dan internasional dalam bidang lingkungan dan energi.
  2. Peningkatan kapasitas dan peran institusi untuk berpartisipasi aktif dalam penentuan kebijakan nasional yang menunjang ketahanan nasional, terutama dalam bidang energi dan lingkungan.

Dalam rangka pengembangan kerjasama penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan sasaran tersebut di atas, Jurusan Teknik Geofisika telah mempersiapkannya dengan baik. Dalam hal ini 3 laboratorium yang ada (Lab. Geofisika Lingkungan, Lab. Geofisika Eksplorasi, dan Lab. Petrofisika) telah menyusun road map penelitian (Road Map penelitian Laboratorium) yang komprehensif dalam menyelesaikan problem nyata di masyarakat dan membantu mengembangkan solusi alternatif terhadapproblem aktual.

 

II. Strategi Pencapaian

1. Kemahasiswaan

  1. Kegiatan ekstrakurikuler selalu ditumbuh kembangkan untuk merangsang mahasiswa menjadi lebih kreatif dan peduli terhadap problem nyata di masyarakat sekaligus mengasah kreativitas pemecahan masalah nyata dan ketrampilannya dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penerapan teknologi dan kewirausahaan. Kegiatan tersebut diarahkan melalui mengikuti lomba-lomba kreativitas mahasiswa di tingkat nasional maupun di tingkat internasional agar mahasiswa mempunyai rekam jejak (track record) prestasi.
  2. Di tingkat internasional mahasiswa didorong aktif mengikuti organisasi profesi internasional untuk tingkat mahasiswa yang diwadahi dalam bentuk student chapter untuk SPE (Society of Petroleum Engineers), SEG (Society of Exploration Geophysics), IPA (Indonesian Petroleum Association), AAPG (American Association of Petroleum Geologist), SPWLA (Society of Petrophysics and Well Log Analyst). Selain untuk pengembangan bidang keilmuan dan teknologi, melalui kegiatan student chapter, mahasiswa berlatih komunikasi ilmiah di kancah internasional.
  3. Himpunan mahasiswa dibentuk dan difasilitasi untuk mengasah keterampilan manajerial organisasi untuk lingkup mahasiswa. Selain himpunan mahasiswa dibentuk dari dan oleh mahasiswa serta untuk mahasiswa, dibentuk pula badan perwakilan mahasiswa yang terdiri atas 5 orang mahasiswa yang dipilih oleh para mahasiswa. Badan perwakilan ini yang menjadi jembatan penghubung komunikasi antara para mahasiswa dan Jurusan Teknik Geofisika.
  4. Dalam pelaksanaan kegiatannya, himpunan mahasiswa memperoleh sumber daya keuangan dari Jurusan (sekitar 5% dari pagu anggaran Jurusan sesuai aturan Institut), selain melalui penggalian sumber dana lain dari pihak sponsor maupun dari modal mandiri.

2. Sumber keuangan

Perencanaan bisnis dan anggaran tahunan Jurusan disesuaikan dengan sumber daya anggaran yang berasal tidak hanya dari pagu anggaran yang ditetapkan oleh institut, namun juga diperoleh dari penghasilan jurusan Teknik Geofisika melalui kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bisa dijalin dengan institusi lain di luar ITS. Dengan demikian, semua sumber daya anggaran yang dapat digali, baik dalam bentuk in cash maupun in kind dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk pelaksanaan program kerja dan pembangunan kapasitas institusi Jurusan secara berkelanjutan.

Pertanggung-jawaban diawasi oleh badan pengawas internal fakultas dan institut untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi pengelolaan sumber daya keuangan. Audit keuangan dilakukan secara periodik. Badan pengawas juga membantu Jurusan dalam pemahaman dan pelaksanaan aturan tata-kelola keuangan yang baik dan benar. Beberapa kerjasama yang sudah terjalin dengan institusi di luar institut terus dikembangkan demi peningkatan kapasitas Jurusan Teknik Geofisika.

3. Tata kelola organisasi

  1. Dalam proses perencanaan dan perumusan pada hampir semua kebijakan dan mekanisme tata kelola organisasi sedapat mungkin melibatkan semua civitas akademika, mulai dari pemetaan problem hingga penentuan solusi alternatif yang mungkin berdasarkan kondisi dan potensi nyata institusi. Dengan demikian, semua civitas akademika bisa ikut merencanakan dan memiliki semua program kerja untuk ikut aktif dalam implementasi program.
  2. Unit-unit kerja di lingkungan internal dibentuk sebagai atribut organisasi Jurusan agar program kerja Tri Dharma perguruan tinggi dapat dilakukan secara efektif. Unit-unit yang dimaksud adalah; KPJ (Komisi Pertimbangan Jurusan) yang memberikan pertimbangan dan masukan dalam pelaksanaan program kerja Jurusan. TKK (Tim Kegiatan Kemahasiswaan) yang melakukan pendampingan terhadap kegiatan kemahasiswaan dan sekaligus menjadi motivator kemahasiswaan. TKP (Tim Kurikulum dan Pengajaran) yang menjadi motor evaluasi dan pembaruan kurikulum serta melakukan penjaminan mutu proses belajar-mengajar. Selain unit kerja di atas, kelompok-kelompok riset secara spesifik tergabung dalam Laboratorium Geofisika Eksplorasi, Laboratorium Geofisika Lingkungan, Laboratorium Petrofisika.
  3. Kendali organisasi berada ditangan ketua Unit-unit kerja di lingkungan internal dibentuk sebagai atribut organisasi Jurusan agar program kerja Tri Dharma perguruan tinggi dengan dibantu oleh sekretaris. Sementara ini, manajemen Jurusan terbagi atas 5 bidang; teknis laborotarium, keuangan dan SDM, akademik, kemahasiswaan, serta umum dan perlengkapan. Pelaksanaan manajemen sehari-hari dilakukan oleh para tenaga kependidikan.
  4. Ketua Jurusan dipilih secara demokratis oleh semua civitas akademika. Hasil pemilihan diajukan oleh rapat KPJ melalui Dekan FSTP untuk diputuskan oleh Rektor ITS. Adapun Sekretaris Jurusan direkomendasikan oleh Ketua Jurusan (Lampiran Tata Pamong ITS).

4. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

  1. Pemetaan peluang dan tantangan dalam bidang penelitian dilakukan secara periodik untuk mengukur pertumbuhan potensi dan kapasitas institusi. Penelitian memiliki peran strategis, selain untuk pengembangan kemampuan dan kapasitas intelektual Jurusan, juga untuk perbaikan materi dan konteks pembelajaran dalam proses perkuliahan dan praktikum. Dengan demikian materi kuliah dan praktikum akan selalu terbarukan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang bisa dikejar.
  2. Pemetaan peluang dan tantangan dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan kesempatan penggalian sumber dana lain selain dari pagu anggaran yang telah ditetapkan oleh ITS. Selain itu, pengabdian kepada masyarakat juga merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial Jurusan untuk membantu penyelesaian problem aktual yang ada di masyarakat.
  3. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh kelompok dosen berdasarkan kesempatan yang tersedia dan eligibilitas kompetensi dan dilakukan secara lintas disiplin. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan mahasiswa, untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan memberi bantuan dan kesempatan mahasiswa dalam melakukan tugas akhirnya.

 

SOSIALISASI

  1. Monolog melalui papan pengumuman, laman web resmi Jurusan Teknik Geofisika, brosur, banner, surat, katalog dan lain-lain.
  2. Diskusi kelas dengan menyatukannya dalam pemberian materi kuliah.
  3. Diskusi intensif secara berkala guna menyusun rencana tindak lanjut perwujudan perumusan-perumusan tersebut di atas. Rencana tindak lanjut tersebut berupa antara lain: rencana strategis implementasi dari program kerja organisasi dan tata pamong, pedoman dan prosedur pelayanan Jurusan, standard operational procedure (SOP) unit kerja.