Seismisitas Daerah Yogyakarta Berdasarkan Analisis Sudut Subduksi

Author : admin
Tags :
Date :02 Mei 2016

Abstrak

Aktivitas seismik di wilayah Yogyakarta beberapa tahun terakhir meningkat. Dilakukan analisis seismisitas pada   lokasi antara 109,2354o-110,0177o BT dan 10,2194o-10,4756o LS dengan data berupa jarak episentrum serta kedalaman hiposentrum. Regresi linear digunakan sebagai metode pendekatan untuk penentuan sudut subduksi. Lalu dikaitkan dengan frekuensi terjadinya gempa, magnitude, serta distribusi gempa. Hasil yang diperoleh adalah sudut subduksi di daerah selatan Yogyakarta adalah θ = 60, yang menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman lempeng samudera landai (7%). Frekuensi gempa jarang, ini menunjukkan bahwa ada masa pengumpulan energi subduksi dan dapat menimbulkan gempa dengan kekuatan besar. Persebaran gempa berdasarkan sudut subduksi menunjukkan bahwa semakin jauh dari palung, gempa berkekuatan 5-6 lebih banyak. Berdasarkan data stasiun YOGI, besar komponen vertikal PGA adalah 0,183g sampai 0,303g sedangkan komponen horizontal PGA sebesar 0,197g sampai 0,336g. Berdasarkan data stasiun BJI, besar komponen vertikal PGA adalah 0,015g hingga 0,025g sedangkan komponen horisontal adalah 0,021g hingga 0,035g. Hal ini berarti, bahwa kecepatan gelombang horizontal lebih besar daripada gelombang vertikal. Kemudian jenis tanah di Yogyakarta adalah tanah alluvial. Kombinasi dari keadaan tanah ini dapat menimbulkan kerusakan. Sehingga dibutuhkan desain tahan gempa pada infrastruktur, untuk mengurangi resiko bencana.

 

Kata Kunci: episentrum; hiposentrum; regresi linear; sudut subduksi; Yogyakarta

 

/admin



Recent Post