Abstrak

Dalam manajemen sistem lingkungan (SML), terdapat beberapa bidang yang harus diperhatikan pengelolaannya agar tetap ramah lingkungan dan efisien penggunaannya, beberapa bidang tersebut adalah air, udara atau gas, serta limbah B3. Dalam pengelolaan air pada suatu operasi pemboran, dilakukan sistem sirkulasi yang bertujuan untuk menyirkulasikan fluida pemboran ke seluruh sistem pemboran, sehingga lumpur bor mampu mengoptimalkan fungsinya. Dalam sistem sirkulasi, terdapat tiga jenis fluida pemboran (drilling fluid) yang digunakan, yaitu: water base mud, oil base mud, dan air or gas based mud. Pada studi ini hanya akan terfokus pada penggunakan fluida water base mud. Lumpur pemboran merupakan faktor penting dalam operasi pemboran. Di lain sisi, kecepatan pemboran, efisiensi, keselamtan dan biaya pemboran sangat tergantung dari lumpur pemboran yang dipakai. Lumpur pemboran digunakan pada seluruh operasi pemboran, namun dalam laporan ini hanya akan terfokus pada sistem sirkulasi (circulating sistem).  Jadi, dalam laporan kerja praktek ini, akan lebih detail dijelaskan tentang penggunakan lumpur pemboran dalam sistem sirkulasi yang menggunakan fluida pemboran water base mud yang diaplikasikan di Rig Service Subang Field. Hasil studi ini didapatkan bahwa dalam sistem sirkulasi di rig service pegaden 12, mud yang menggandung zat kimia dan tidak dapat disirkulasikan kembali secara langsung, belum diolah dengan cara lebih lanjut untuk menetralkan kandungan zat kimia dalam water base mud tersebut, sehingga hanya terdapat pilihan untuk menampungnya pada mud pit. Dalam hal ini, sebaiknya di masa mendatang diciptakan suatu sistem pengolahan mud yang mengandung zat kimia tingkat tinggi sehingga kandungan air dalam mud ini tetap dapat digunakan kembali pada sistem sirkulasi dan menggurangi jumlah limbah B3.