Abstrak

Pengamatan seismik berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kekuatan gempa dan perkiraan terjadinya bencana lain yang lebih besar, misalnya; tsnunami. Selain dari itu, pengamatan seismik dapat dilakukan juga untuk memonitoring perilaku lempeng tektonik, pergerakannya, serta siklusnya yang akan membantu masyarakat utnuk mengurangi kerugian bencana alam. Bedasarkan hal-hal diatas maka diperlukan gambaran mengenai distribusi event seismik yang terjadi di sekitar daerah Jawa Barat khususnya daerah sesar. Kemudian distribusi event seismik ini akan dipetakan dan dianalisa mengenai penyebab dan karakteristiknya. Event gempa ini akan diklasifikasikan menurut magnitudenya dan difokuskan pada gempa yang dirasakanvselama Bulan Januari-Juli 2015. Studi ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman mengenai Geofisika mitigasi. Gempa darat yang terjadi di sekitar daerah di Jawa Barat lebih banyak diakibatkan karena aktivitas seismik sesar pembentuk Pulau Jawa yaitu Sesar Baribis, Lembang, dan Cimandiri dimana ketiga sesar tersebut masih aktif hingga sekarang dibuktikan dengan akivitas seismik yang terekam seismograf dan dapat menyebabkan gempa bumi dengan magnitude yang cukup besar yaitu sekitar 6-7 SR. Gempa yang terasa di Jawa Barat selama bulan Januari-Juli 2015 teridentifikasi sebanyak 10 event gempa dan 6 event gempa berpusat di darat berkekuatan 2-4,9 SR dan 4 event gempa berpusat di laut berkekuatan 4,9-5,4 SR. Gempa ini dirasakan di daerah Jawa Barat hingga ke Yogyakarta dengan skala kerusakan I-IV MMI. Gempa darat yang dirasakan pada bulan Januari-Juli 2015 merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 10-20km. Gempa laut yang dirasakan merupakan gempa menengah dengan kedalaman 60-80 km. Kemudian dalam mempicking impuls gelombang primer dan sekunder untuk menentukan lokasi episenter gempa maka dibutuhkan ketelitian agar tidak menghasilkan RMS error yang besar. RMS error yang digunakan di stasiun BMKG Bandung adalah kurang dari 1.