Abstrak

Stasiun Pengumpul (SP) Cilamaya Utara merupakan merupakan salah satu Stasiun Pengumpul yang ada di PT Pertamina EP Asset3 Subang Field. Lapangan Cilamaya Utara memproduksi 700 BOPD minyak dan 9 MMSCFD dengan karakteristik mengandung 40 % CO2 (sumber : data bulan Juli 2015). Hingga saat ini terdapat 18 sumur di Cilamaya Utara. Salah satu cara untuk menurunkan kandungan CO2di dalam gas alam (Natural Gas) adalah dengan Fasiitas CO2 Removal Plant. Kandungan CO2 dalam gas bumi harus diturunkan agar gas alam yang dijual kepada konsumen dapat memenuhi spesifikasi. Pada Stasiun Pengumpul Cilamaya, Kandungan CO2 pada gas alam yang awalnya sebesar 40 % setelah melalui proses turun menjadi 5 %. Tujuan studi ini adalah untuk mengenal dan menambah wawasan di bidang industri migas terutama pada pemurnian gas alam, CO2 Removal. Kemudian untuk mengetahui dan mendapatkan pengalaman untuk melihat langsung proses pemurnian gas alam (CO2 Removal). Proses CO2 Removal di lapangan membuktikan bahwa gas alam yang mengandung 40 % CO2 dapat dimurnikan sehingga hanya mengandung 5 % CO2 dengan memanfaatkan senyawa Amine (MDEA). Dalam pengoperasian CO2 Removal, terdapat beberapa kendala dintaranya adalah terjadinya foaming yang disebabkan oleh masih adanya kondensat yang terbawa dari sumur-sumur gas, inhibitor korosi pada perawatan pipa-pipa, serta masalah kehilangan solvent MDEA. Terdapat dua proses utama dalam CO2 Removal, yang pertama dalah proses penyerapan CO2 pada absorber oleh larutan MDEA dan proses pemurnian kembali larutan amine pada Stripper agar dapat digunakan kembali sehingga terjadi sirkulasi larutan amine pada proses tersebut.