Abstrak

Telah dilakukan akusisi metoda magnetotelluric yang dilakukan oleh Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) di Wilayah Kerja Panas Bumi Mapos, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Akusisi metoda magnetotelluric merupakan tahapan kedua dari keseluruhan proses eksplorasi panas bumi. Pada tahapan pertama dilakukan survei pendahuluan meliputi survei geologi, survei geokimia, dan survei geofisika (akusisi metoda gaya berat dan AMT). Akusisi dilakukan dengan menggunakan tiga set alat magnetotelluric yang meliputi MTU, V8, Coil, Pouros Pot, dan GPS. Akusisi mangetotelluric harus memperhatikan konfigurasi alat dengan baik sehingga data yang didapatkan memiliki kualitas yang baik. Data yang didapatkan dari hasil akusisi terlebih dahulu akan dilakukan pre-processing yang meliputi fourier transform dan robust processing untuk mendapatkan kurva apparent resistivity yang nanti akan digunakan untuk pengolahan data selanjutnya. Data yang telah dilakukan pre-processing akan digunakan untuk membuat model resistivitas sampai kedalaman 5 km, dari model resistivitas tersebut akan digunakan untuk menentukan lokasi pelandaian suhu pada tahapan ketiga.