Perkotaan menjadi salah satu wadah perekonomian yang besar di negara ini. Hal ini menyebabkan masyarakat berpindah ke kota atau yang sering kita dengar yaitu Urbanisasi. Ilmu Geofisika telah menemukan aplikasi terkait pengaturan urbanisasi yang tinggi. Aplikasi tersebut kondusif untuk memahami perubahan dan dampak terhadap lingkungan fisik dan berperan dalam mengembangkan sistem infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Liu & Chan (2007) menyebut penerapan geofisika ini sebagai  ‘Geofisika Perkotaan (Urban Geophysics)’dengan tujuan dan sasaran sebagai berikut:

Mempelajari secara sistematis bidang geofisika di perkotaan, mencari prinsip dan proses yang mengatur intensitas dan pola variasi terhadap parameter geofisika.

 

Hasil gambar untuk city scape

source gambar: google.com

Sebagai alat yang berguna untuk deteksi serta investigasi bawah permukaan, mitigasi bencana, dan penilaian terhadap pencemaran lingkungan, kontrol kebisingan perkotaan, persediaan air, sanitasi dan pengelolaan limbah padat, dan lain-lain. Hal ini didasari oleh: Pertama, kebisingan ambient dancultural di kota-kota yang disebabkan oleh lalu lintas, radiasi elektromagnetik dan arus listrik seringkali menimbulkan gangguan yang sangat tidak diinginkan dengan pengukuran geofisika. Kedua, survei bawah permukaan di daerah perkotaan sering ditargetkan pada beberapa meter paling atas di tanah, yang merupakan lapisan paling heterogen dengan banyak benda buatan manusia.

Survei geofisika perkotaan menuntut resolusi dan ketepatan dalam urutan sentimeter atau bahkan milimeter. Akhirnya akses lokasi dan waktu yang terbatas untuk melakukan survei geofisika, batasan peraturan yang berlaku, persyaratan/perijinan untuk manajemen lalu lintas dan pengaturan logistik khusus menimbulkan permasalahan tambahan. Semua faktor ini menunjukkan kebutuhan untuk mengembangkan metode penelitian inovatif dan instrumen geofisika yang sesuai untuk digunakan di perkotaan.

Penyediaan Geo-informasi sangat penting dalam pengelolaan kawasan perkotaan, konversi wilayah perkotaan yang baru atau penilaian bahaya geologi perkotaan. Aplikasi Geofisika telah memiliki kontribusi yang signifikan untuk menghasilkan informasi bawah permukaan di daerah perkotaan yang pada akhirnya berperan dalam mengembangkan sistem infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Penerapan geofisika di bidang studi ini dirujuk sebagai urban geophysics. Beberapa contoh pengembangan dan penerapan urban geophysics dalam pengelolaan salah satu kawasan perkotaan, Kota Surabaya, yang diduga bersifat praktis, yakni: metode mikrotremor dan ground penetrating radar metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Metode mikrotremor dikaitkan dengan bahaya geologi dan lingkungan perkotaan Surabaya, dan aplikasi metode Ground Penetrating Radar (GPR) untuk membantu infrastruktur perkotaan Surabaya.

Aplikasi geofisika di lingkungan perkotaan telah muncul, dan inovasi ini mungkin berguna untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan sistem infrastruktur perkotaan. Penerapan metode geofisika, terutama metode berbasis kebisingan ambien (mikrotremor), dinilai sangat efisien. Metode ini dapat dilakukan pada berbagai kondisi lokasi, instrumen dan analisa yang sederhana, serta tidak memiliki konsekuensi destruktif terhadap lingkungan sekitar. Namun demikian, keberadaan aktivitas manusia dan heterogenitas buatan manusia di atas permukaan tanah memberikan kontribusi terhadap perubahan parameter tanah dekat permukaan serta dapat menyebabkan interpretasi pengukuran geofisika yang salah. Dalam kasus tersebut, interpretasi yang cermat terhadap berbagai metode investigasi geofisika diperlukan untuk mendapatkan model struktur bawah permukaan yang dapat dipercaya.

 

Sumber: Dwa Desa Warnana, 2017

Penyusun: Farhan Agoel A, 2017