Sebagai warga negara Indonesia ada baiknya kita kita selalu mengingat kejadian kejadian di masa lalu yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia. Kejadian tersebut tidak lepas dari perjuangan warga Indonesia yang berjuang melawan penjajah yang berusaha merebut wilayah Indonesia. Perjuangan rakyat Indonesia untuk mempertahankan wilayah Indonesia juga menyisakan tempat tempat yang merupakan saksi bisu perjuangan mereka. Maka dari itu departemen dalam negeri (DAGRI) HMTG ITS berinisiatif untuk melanjutkan suatu acara yang bernama Tour De Surabaya (TDS) yang bertujuan untuk mengingatkan mahasiswa Teknik Geofisika ITS akan pentingnya sejarah yang terjadi di Indonesia.

Acara Tour De Surabaya ini sudah berlangsung dua kali, maka dari itu tahun ini merupakan tahun ke-2 pelaksanaan Tour De Surabaya. Pada tahun ini Tour De Surabaya mengunjungi 3 tempat yaitu Hos Cokroaminoto, kemudian House Of Sampoerna, dan Tugu Pahlawan. Acara ini berlangsung pada tanggal 11 November 2017. Sebelum melakukan perjalanan ke tempat – tempat bersejarah, para peserta berkumpul di LPTSI ITS pada pukul 06.00 pagi untuk pembagian kelompk menjadi 4 kelompok. Kemudian dilakukan sambutan oleh Muhammad Faiz Eka Putra sebagai kepala departemen dalam negeri HMTG ITS. Pembukaannya berisi tentang pentingnya untuk mempererat silaturahmi antara satu sama lain, kemudian tentang memperingati Hari Pahlawan 10 November yang berlangusng hari sebelumnya, juga untuk mempelajari sejarah – sejarah yang berlangsung pada zaman penjajahan dahulu. Acara ini dilakukan dengan bersepeda bersama  menuju ke tempat – tempat bersejarah di Surabaya.

 

Setelah beberapa puluh menit bersepeda, akhirnya sampailah di tempat pertama yaitu Hos Cokroaminoto. Di sana para anggota Teknik Geofisika ITS berkeliling dengan diarahkan oleh pemandu. Tempat Hos Cokroaminoto ini dipilih karena pada awalnya rumah Hos Cokroaminoto digunakan sebagai tempat tinggal dari 3 orang tokoh berpengaruh yang melahirkan ideologi mereka masing – masing. Selain itu, alasan dipilihnya tempat ini adalah pada zaman dahulu Hos Cokroaminoto ini merupakan salah satu pendiri dari Sarekat Islam yang merupakan organisasi yang memfasilitasi pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia.

Setelah dari Hos Cokroaminoto, destinasi selanjutnya adalah House Of Sampoerna. Pada saat di sana, anggota Teknik Geofisika ITS awalnya berkumpul terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam. Untuk  bisa memasuki House Of Sampoerna, anggota harus menyiapkan identitas diri seperti KTP dan SIM. Ketika masuk ke dalam langsung terhirup aroma dari tembakau dengan penerangan lampu yang cukup remang – remang. Di dalam sana terdapat banyak produksi dari sampoerna beserta foto – foto yang berkaitan dengan Sampoerna. banyak orang – orang yang mengambil gambar untuk dokumentasi mereka. Setelah lelah berkeliling di dalam House Of Sampoerna, dilakukan foto bersama terlebih dahulu sebelum menuju ke tempat selanjutnya.

Setelah itu anggota Teknik Geofisika ITS melanjutkan perjalanannya ke Tugu Pahlawan. ketika sampai di sana langsung dilakukan ishoma terlebih dahulu dan berkumpul di salah satu sudut Tugu Pahlawan. setelah melakukan ishoma acara yang dilakukan selanjutnya adalah memasuki Museum Tugu Pahlawan terlebih dahulu. Di dalam sana terdapat banyak sekali diorama dan barang – barang peninggalan kejadian 10 November 1945 mulai dari pakaian hingga senjata yang digunakan dahulu. Setelah keluar dari museum tugu pahlawan, para anggota melakukan permainan – permainan yang difasilitasi oleh DAGRI HMTG ITS. Permainan yang dilakukan antara lain adalah bakiak, sedotan karet tepung, tali berjalan, memasukan paku ke botol hingga balap karung. Permainan ini mengundang banyak tawa diantara Anggota Teknik Geofisika ITS. Seketika lelah yang terasa menjadi tidak terasa karena keseruan yang terjadi. Kemudian setelah melakukan permainan dilakukan penghormatan kepada pahlawan dengan mengheningkan cipta sejenak. Setelah itu semua anggota kembali lagi ke LPTSI untuk melakukan penutupan dan juga pembagian hadiah.