Pada Oktober 2017, telah dilangsungkan acara Geosphere 2017. ‘Geoscience Atmosphere 2017’ atau Geosphere 2017 merupakan international event yang dipersembahkan oleh Departemen Teknik Geofisika ITS, Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika ITS dan Society of Exploration Geophysicist ITS SC. Tiap tahunnya, Geosphere mengangkat tema di bidang ilmu kebumian dan energi yang terdiri dari berbagai sub event dalam suatu rangkaian acara yang menarik. Mengusung tema “Advancing Geoscience, Conquering The Future” Geosphere 2017 mempunyai beberapa Sub Event: Olimpiade Kebumian, Paper Competition, Survey Design Competition, Gala Diner, ITS International Geoscience Convention, dan Indonesia Geoscience Exhibition.

Dimulai pada tanggal 6 Oktober 2017, Olimpiade Kebumian yang diperuntukkan bagi SMA dan sederajat Tingkat Nasional di laksanakan di Area Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kompetisi ini meliputi topik geosains, di antaranya yaitu Geologi, Geografi, Fisika, dan Matematika. Peserta 20 besar yang telah lolos melalui tahapan seleksi online sebelumnya, berkesempatan untuk melanjutkan ke serangkaian tahapan lomba selanjutnya yang terdiri dari Amazing Run, Smart Competition, dan Study Case Final Presentation. Untuk tahapan amazing run, acara dilangsungkan di sekitar lingkungan kampus ITS. Peserta dibagi menjadi 2 region dan tiap region terdapat 5 pos. Masing-masing tim melakukan tur ke semua pos sesuai regionnya dan setiap posnya terdapat pertanyaan seputar Geosains. Jumlah peserta yang diloloskan pada tahap pertama Amazing Run adalah 12 tim. Peserta yang lolos tahapan Amazing Run, akan melanjutkan ke tahap Smart Competition. Tahapan Smart Competition kemudian dilangsungkan di Gedung Rektorat ITS setelah peserta melakukan istirahat siang. Cerdas cermat dilakukan dengan 4 grup dan 2 sesi. Sesi pertama yaitu menjawab 15 soal yang diberikan waktu 1 menit tiap soalnya dengan ditulis di kertas dan sesi kedua yaitu semua tim pada tiap grup saling bersaing menjawab 15 soal lebih dulu. Pada tahapan ini, didapati 4 tim yang lolos ke tahap selanjutnya.

Keesokan harinya tanggal 7 Oktober 2017, Geosphere dilanjutkan dengan sub event Paper Competition, Survey Design, Study Case Final Presentation, dan Gala Dinner. Kompetisi Paper Competition dan Survey Design diperuntukkan untuk Mahasiswa dengan skala nasional. Sedangkan Tahapan selanjutnya dari Olimpiade Kebumian diisi dengan Study Case Final Presentation. Peserta Olimpiade Kebumian mempresentasikan hasil Study Case mereka di Gedung LPTSI, dengan juri dari Dosen Teknik Geofisika ITS; Bapak Juan Pandu dan Ibu Nita Ariyanti. Jumlah peserta yang lolos seleksi online untuk Paper Competition adalah 10 tim, sedangkan untuk Survey Design juga berjumlah 10 tim. Peserta yang lolos seleksi online dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu mempresentasikan papernya.  Beberapa peserta dari Universitas seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, UPN Yogyakarta, Universitas Indonesia, Universitas Lampung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjajaran mengikuti perlombaan Paper Competition dan Survey Design Competition Geosphere 2017.  Mulai dari jam 9 pagi dan bertempat di Gedung Rektorat ITS, peserta diberikan giliran satu per satu untuk mempresentasikan paper mereka di hadapan para juri. Sedangkan untuk Survey Design Competition dengan Juri Pak Jatmiko Prio Atmojo diadakan di Perpustakaan ITS Lantai 2. Dilangsungkan hingga jam 3 sore, kemudian peserta diantarkan kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Gala Dinner sebagai rangkaian acara untuk menjamu peserta serta para civitas akademik yang telah membantu kelancaran serta berpartisipasi dalam acara Geosphere 2017. Dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota Surabaya, Gala Diner Geosphere 2017 dimeriahkan juga dengan Pengumuman pemenang dari Sub Event Kompetisi Geosphere 2017. Bapak rektor ITS, Bapak Joni Hermana, juga turut hadir untuk menyampaikan sepatah pesannya pada Gala Dinner Geosphere 2017.

Hari akhir 8 Oktober 2017, hari ketiga Geosphere 2017 dilaksanakan Sub Event Geosphere 2017; ITS International Geoscience Convention dan Indonesia Geoscience Exhibition. Salah satu event special dari Geosphere 2017 kali ini adalah ITS International Geoscience Convention (IIGC). Bertemakan “Optimizing Role of Geoscientist – Efficiency to Explore Energy”, acara Internasional dari Geosphere 2017 kali ini mendatangkan Pembicara dari mancanegara yakni Professor How Wei Chen, dari Institute of Geophysics National Central University, Taiwan, dan Professor Chao Hung Lin, dari National Cheng Kung University, Taiwan. Tokoh Nasional yang turut memeriahkan acara Plenary Session ini adalah Bapak Nanang Abdul Manaf, sebagai President Director of Pertamina EP, Bapak Dicky Rahmadi sebagai Manager G&G Eastern Indonesia Region at SKK Migas. Plenary Session dari IIGC kali ini diadakan di Lantai 3 Hotel Swiss Belinn Manyar. Masing – masing dari pembicara membawakan topik yang menjadi keahlian mereka, umumnya pada Eksplorasi Energi dan Ilmu Kebumian. Di saat yang sama dengan Plenary Session, di lantai 2 Hotel Swiss Belinn Manyar, telah disiapkan Stan – stan dari Organisasi Geosains dari beberapa tempat di Indonesia. Selain dari Departemen Teknik Geofisika ITS dan Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika sendiri, Indonesia Geoscience Exhibition ini juga dihadiri oleh Departemen Teknik Geomatika ITS, Society of Exploration Geophysicist ITS Student Chapter, Society of Exploration Geophysicist UNBRAW Student Chapter, Society of Exploration Geophysicist UI Student Chapter, dan The American Association of Petroleum Geologist (AAPG) ITS. Setelah Plenary Session, peserta IIGC dipersilahkan melihat-lihat stan – stan dari Indonesia Geoscience Exhibition sambal menikmati istirahat siang. Acara kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Presentasi Publikasi Hasil Penelitian dari para Professional dengan berbagai latar belakang kebumian yang berbeda. Jam 3 sore, seluruh peserta dan panitia dikumpulkan di Ballroom lantai 2 Hotel Swiss Belinn Manyar untuk mengikuti penutupan acara, yang menandai berakhirnya acara Geosphere 2017.