Abstrak.

Salah satu metode eksplorasi hidrokarbon adalah metode magnetik. Metode magnetik berguna untuk mengetahui nilai anomaly magnetik batuan di bawah permukaan. Nilai magnetik yang digunakan adalah nilai magnetik yang disertai dengan nilai IGRF sehingga memiliki nilai anomaly magnetik yang dihasilkan oleh cekungan. Nilai anomaly magnetik rendah mengindikasikan terdapatnya cekungan dengan kisaran nilai 44.800 nt – 44.400 nt. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa suatu cekungan serta mampu memprediksi besar volume basin berdasarkan peta anomaly magnetik. Metode penelitian ini dengan cara melakukan slicing 8 line pada peta anomaly magnetik sintetik yang diindikasikan sebagai cekungan. Hasil slicing diolah secara forward modelling pada software MAG2DC. Didapatkan nilai parameter berupa nilai bearing, pusat bodi, lebar maksimum, kedalaman, serta nilai susceptibilitas cekungan (-0,02). Lakukan semua pekerjaan hingga semua line. Data data yang didapat kemudian di integrasikan dalam Software AutoMAX3D / AutoCad3D. Kemudian dilakukan analisis cross section dari setiap line. Didapatkan bentuk cekungan secara 3D yang memiliki volume sebesar 0.146 triliar meter kubik.

Kata Kunci: Cekungan, Magnetik, Susceptibilitas.