JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA, FTSP, ITS

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI TEKNIK GEOFISIKA, FTSP, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

                                                                       

                                                

     

                                                                        

     

                                                                        





 foto: http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/05/

 

Memanen Air Di Hulu, Mencegah Banjir di Hilir, Memulyakan Kehidupan (1)

Banjir Sampang adalah peristiwa tahunan. Setiap tahun korban jiwa dan materi terjadi seolah hanya “tumbal” yang sia-sia. Sia-sia karena setiap tahun selalu berulang. Tumbal karena banjir selalu datang dan bisa diketahui kedatangannya dan seolah sebagai bagian dari ritual tahunan. Banjir datang melalui Kali Kemuning, yang membelah kota Sampang, Pulau Madura.

Daerah tangkapan air hujan pada DAS (daerah aliran sungai) Kali Kemuning yang hanya berjarak kurang lebih 10 km merupakan daerah tandus, gundul. Masayarakat yang tinggal di hulu adalah mereka yang tergolong kelompok miskin. Sementara di sisi hilir Kali Kemuning adalah daerah banjir jika hujan, dan penduduknya adalah tergolong masyarakat mampu. Sungguh ironis. Hulu dan hilir hanya berjarak kurang lebih 10 km dan berada pada jalur sungai yang sama. Seolah Kali Kemuning menjadi lorong pemisah antara mereka yang miskin dengan yang mampu, antara daerah tandus dan daerah banjir.

Apakah alam Madura yang membentuknya demikian? Jika itu memang karena alam, apakah tidak ada rekayasa yang bisa dilakukan untuk memakmurkan masyarakat yang tinggal di Kali Kemuning dari hulu hingga hilir? Atau karena masyrakat dan pemerintah daerah tidak tahu harus berbuat bagaimana lagi?

Kenapa banjir? Jelas bahwa banjir karena air hujan melimpas dan melimpah melebihi kapasitas saluran penampungnya. Kenapa melimpas dan melimpah di sisi hilir sungai? Karena air hujan tidak terserap dan tersimpan dengan baik di sisi hulu. Di daerah tangkapan hujan, air hujan melimpas dipermukaan yang sudah gundul dan menyebabkan erosi. Erosi lahan oleh limpasan air hujan dari hari ke hari yang menyebabkan lahan di sisi hulu semakin gundul dan semakin miskin unsur hara. Melalui erosi, unsur hara di permukaan tanah terlarut dan tercuci oleh air limpasan hujan. Sebuah proses alamiah yang memiskinkan masyarakat tradisonal yang tinggal di daerah tersebut. Disebut masyarakat tradisional karena mereka tidak bisa beranjak dari kebiasaannya untuk menjadi sesuatu yang seharusnya guna keluar dari kesulitan saat ini. Jika ini terus berlanjut, maka akan terjadi pemiskinan lahan dan itu juga berarti pemiskinan penduduknya.

Apa yang bisa kita lakukan? Teknologi apa yang kita pakai? Bukankah air adalah karunia Allah yang seharusnya membuat kita makmur sejahtera penuh syukur kepadaNYA.

Untuk tidak banjir, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, dengan membuat misalnya: tanggul penahan sisi sungai, pelurusan sungai, embung dan waduk. Upaya tersebut mahal dan tidak mudah, bahkan sering mendapat perlawanan penduduk sekitar sungai. Penduduk tidak rela jika sebagian lahanmiliknya dikepras untuk saluran air atau digenangi air dalam pembuatan embung dan waduk. Seolah penduduk terusir dari tanah kelahirannya, seolah tercabut dari akarnya.

Lalu musti bagaimana?

Manusia sebagai bagian  dari alam harus hidup harmonis bersama alam. Alam adalah sebuah proses dinamis dari sebuah sistemnya sendiri. Alam akan menagih peran dan fungsinya jika alam diabaikan atau bahkan jika dianiaya. Alam memilik icaranya sendiri untuk menagih peran dan fungsinya. Sistem alamiah yang bekerja harmonis dapat berubah jadi brutal dan liar saat alam menuntut. Korban jiwa dan materi seolah adalah tumbal yang dimintanya.

Alam harus dipahami sebagai sebuah sistem yang masing-masing elemennya bekerja secara terintegrasi. Maka kita pun harus bekerjasama dengan alam dan memperlakukannya dalam suatu sistem tindak yang  terintegrasi pulau ntuk memperoleh keberkahan dari alam seperti yang dijanjikanNYA. (bersambung).

TahunHabitat – Kementerian PUPR Jakarta, 08 Oktober 2016

/wu



       

Mengapa Pepohonan di Lereng Gunung Penting? 

Para ilmuwan berhasil mengungkapkan bahwa gunung-gunung merupakan sumber air terbaik. Gunung berperan dalam proses penyaringan air serta dalam penyimpanan air. Dimana air itu disimpan? Di dalam tanah. Itu sebabnya dapat kita temukan sumber air di dalam tanah, misalnya, sungai bawah tanah, dan gua yang menampung air.

Dibutuhkan kearifan manusia agar gunung beserta segala ekosistemnya terpelihara dengan baik. Kelestarian pepohonan di lereng gunung harus dijaga. Lereng gunung yang gundul harus ditanami pepohonan. Apa fungsi pepohonan di lereng gunung?

Melalui berbagai penelitian diketahui bahwa fungsi pohon bagi tanah antara lain:

  • Menyerapkan air ke tanah
  • Mengikat butir-butir tanah
  • Mengikat air di pori tanah
  • Menahan benda-benda yang menuruni lereng gunung

Apa yang terjadi bila lereng gunung dibiarkan gundul tanpa pepohonan? Mari kita lakukan eksperimen untuk mencari tahu.

Alat dan bahan:

  1. Gabus/styrofoam
  2. Cat air warna coklat dan hijau beserta kuas
  3. Pemotong gabus
  4. Tusuk gigi
  5. Ordner besar/tebal

Caranya:

  1. Potong gabus seukuran ordner, warnai coklat tua sebagai tanah.
  2. Potong gabus berbentuk pohon, warnai hijau.
  3. Potong gabus sebagai batang pohon, warnai coklat.
  4. Potong gabus ukuran kecil-kecil yang berfungsi sebagai longsoran.

 Langkah:

A. Dimulai dengan tanah miring yang tidak mempunyai pepohonan.

  1. Jatuhkan butiran gabus dari atas lereng.
  2. Amatilah, bagaimana butiran gabus itu bergerak menuruni lereng.
  3. Catatlah hasil pengamatan itu.

 B. Berikutnya “tanam” pepohonan pada lereng

  1. Jatuhkan butiran gabus dari atas lereng.
  2. Amatilah, bagaimana butiran gabus itu bergerak menuruni lereng.
  3. Catatlah hasil pengamatan itu.

Langkah A dan B dapat diulang kembali dengan perubahan pada:

  1. banyaknya longsoran yang dijatuhkan
  2. banyaknya pepohonan yang di tancapkan
  3. tata letak pepohonan yang ditancapkan

Apa simpulan dari eksperimen ini? Engkau boleh membuat simpulan berdasar hasil eskperimen yang Kau lakukan.

 

Gunung berperan besar dalam pembentukan sungai serta danau sebagai sumber air bersih. Sungai serta danau sebagai penampung air hujan adalah bukti kekuasaan Allah untuk menjadikan air hujan menetap di Bumi.

 

/Mochammad Novritza Zulfikar (3714100051)

 

 

 



       

Pengumuman



Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
Sun




  Student Chapter